MARZUKI USMAN: EKONOMI MAKRO BERLIMPAH PELUANG, MENJALANKANNYA KURANG OPTIMAL

Tanggal : 6-01-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Daerah, Jakarta

LAPORAN : MURHAN RAMLY

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Pemerintahan Orla dan Orba, kata  Marzuki Usman kepada Surabayawebs.com.Bahwa perjalanan perjuangan memperbaiki ekonomi dan polkam untuk pemerintahan pada era tahun dua ribuan ini , apabila ditinjau dari ekonomi Makronya  kurang optimal pada pelaksanaan peningkatan infrastruktur wilayah. Di daerah pedesaan menurut taksiran peninjauannya sebagai pengamat pada bidang yang terkait “pembangunan infrastruktur” nampak kurang. Ia membandingkan pada sektor pembangunan jalanan sejak periode Orla-Orba penambahannya belum optimal. ” Kendati demikian kata ia, yang terjadi hanyalah perbaikan jalan-jalan yang  memang sudah ada sejak pemerintahan sebelumnya, papar Marzuki.

Jadi menurut mantan Menparpostel ini, kedepan pada pemeintahan yang sedang berjalan ini,  “Makronya” adalah gairah dan expectasi masyarakat untuk berusaha memang besar tapi tidak diikuti pada berbagai dukungan ” Politcal Will”.

Sementara , jika dilihat dari potensi SDM dan SDA peluang untuk menggarap berbagai potensi yang dimiliki oleh bangsa kita ini tidak kalah dari negara tetangga. Saat diminta menjelaskan seputar tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh bangsa kita ini, kalau begitu lalu mengapa  kita tidak mempotensikan peluang itu ? Ia mengalihkan pembicaraannya dan “mereview” pengalaman masa lalu , katanya sejak pemerintahan Tun Abd Razak berkuasa di Malaysia, di tahun tujuh puluhan , justru SDM bangsa kita di minta untuk menata perekonomian Negeri Jiran Malaysia. Pada saat itu Ekonom DR.Soemitro yang dipakai di Malaysia untuk mencari solusi dalam upaya memperbaiki ekonomi rakyat Malaysia.

Ternyata menurut Marzuki, Malaysia perlahan mampu memperbaiki dan mengendalikan potensi SDA nya yang mengikuti arahan Soemitro untuk mengolah lahan pertanian dan perkebunan. Jadi masyarakat disana diberi lahan 10 ha per orang.Arahan ini berhasil sebagaimana yang di anjurkan oleh Begawan kita itu.

Lalu kemudian Pak Mitro memberi resepnya, kalah itu bagaimana meningkatkan potensi SDM, ia mengarahkan agar pemerintahan Malaysia  menata masyarakat lewat peningkatan  keterampilan melalui pendidikan hingga negara ikut  membiayai sampai pada perguruan tinggi bahkan hingga keluar negeri. Apa yang terjadi menurut Marzuki “kita bisa melihat sekarang masyarakat Malaysia masuk sebagai  negara  berkembang. “. Padahal awalnya mereka meminta SDM bangsa  kita ini untuk memperbaiki keadaan di negri Tun Abd Razak itu, ujarnya.

Jadi, apabila di negeri kita ini “sementara dalam mencari-cari jurus jitu” untuk memperbaiki keadaan sebagai bangsa yang memilki potensi yang prima, tentu didalamnya ” berlimpah peluang, sayang bangsa kita ini kurang mengoptimalkan upaya implementasinya” Ia membei contoh ” kalau kamu saya kasih lahan  tapi surat-suratnya  saya yang pegang ” apa itu anda bebas memakainya ? karena itu, apa yang terjadi pada bangsa kita ini masih berada pada kondisi yang masih belum memiliki sepenuhnya ruang untuk bergerak. Masih ada kekuatan kelompok-kelompok tertentu yang kuat dalam penguasaan pada bidang-bidang tertentu, hal ini perlu di benahi, harapnya.

Di negeri Paman Sam,USA, papar ia ,pembangunanya sejak pada pemerintahan sebelumnya “hanya ingin melihat rakyatnya happiness”. Artinya rakyat adalah mitra pemerintahan untuk membangun bersama.Lantas kenapa dinegeri kita ini belum bisa Happiness ? ia menjelaskan perlunya ada semacam pembangunan moral baru kemudian membuat RUU yang bisa menjadi kekuatan bagi semua kalangan, mempersiapkan tenaga-tenaga yang terampil dan berpendidikan dan di potensikan dengan baik,usulnya.

Mengakhiri bincang-bincangnya, ia menjelaskan bahwa antara berlimphanya peluang itu tapi tidak tergarap dengan baik. Akhirnya pihak-pihak tertentu dari luar yang mempotensikan alam Indonesia ini. Banyak kalangan dari dalam negeri mendrikan industri menurut pantauan ia, kurang berjalan dengan baik. Memang tidak gampang. Tapi itulah yang harus kita hadapi kedepan, harapnya.

Pada sektor penghijuan ia menambahkan  jika ditata dengan baik ini peluangnya mampu mensejahterahkan bangsa ini. Tapi bagaimana kita mengolahnya dengan baik, kuncinya.