DISERANG SENJATA API, TIM TOGO MENYATAKAN MUNDUR DARI PIALA AFRIKA

Tanggal : 10-01-2010, Kategori : Berita Utama, Olahraga & Kesehatan, Daerah, Internasional

LAPORAN : BBC

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Pemain sepak bola Togo

Para pemain Togo yang selamat setelah serangan terhadap bis mereka di Angola.

Tim nasional sepak bola Togo ditarik dari turnamen Piala Afrika oleh pemerintah mereka menyusul serangan maut terhadap bis yang mereka tumpangi di Angola.

Asisten pelatih, petugas pers dan supir bis terbunuh. Dua pemain terkena tembakan dan luka-luka dalam serangan hari Jumat.

Pemerintah Angola dan para pejabat turnamen mendesak agar Togo tetap ikut pertandingan grup mereka di Kabinda.

Mereka semula akan berhadapan dengan Ghana dalam pertandingan pembukaan hari Senin tetapi sekarang mereka sudah pasti pulang ke Togo.

Pantai Gading dan Burkina Faso adalah dua tim lain yang berada di Grup B yang berpangkalan di provinsi utara itu.

Perintah pulang

Perdana menteri Angola, Paulo Kassoma, bertemu dengan para pejabat sepak bola Afrika di Luanda untuk memberikan jaminan keselamatan para pemain.

“Perdana menteri menganggap insiden di Kabinda sebagai tindakan jarang terjadi dan mengulangi bahwa keamanan tim Togo dan tim-tim lain dijamin,” kata pernyataan kantornya.

Tetapi upaya ini tampaknya sia-sia. Pemerintah Togo mengatakan timnya akan meninggalkan Angola.

Sebelumnya, pelatih Togo, Hubert Velud, mengatakan kepada statsiun radio Prancis, RMC, bahwa dia berpendapat pemerintah Angola seharunya mempertimbangkan pembatalan seluruh turnamen.

“Paling tidak kita layak mempertanyakan itu,” katanya. “Tindakan itu adalah perbuatan biadab sementara kami datang ke sini untuk merayakan sepak bola Afrika.”

“Kami keluar dari rumah sakit beberapa waktu lalu pergi ke markas tim-tim dalam kompetisi ini. Kami berada di rumah sakit agak lama agar kami bisa bersatu.

“Dalam situasi ini kita menjadi sedikit was-was, kita meragukan semuanya. Kami merasa pihak berwenang tidak menganggap ini serius.”

Pemain Aston Villa asal Togo, Moustapha Salifou, berterima kasih atas kehadiran tim keamanan setelah dia lolos tanpa cedera dari insiden yang terjadi setelah tim masuk ke Angola dari tetangga Kongo, namun dia mengatakan dirinya beruntung masih bisa hidup.

Orang-orang sekuriti kami menyelamatkan kami. Mereka berada di dua mobil, sekitar 10 jumlah mereka, dan mereka membalas tembakan.

Moustapha Salifou

Dia mengatakan kepada situs Villa, ” Petugas keamanan kami menyelamatkan kami. Mereka berada di dua mobil, sekitar 10 jumlah mereka, dan mereka membalas tembakan.”

“Penembakan berlangsung selama setengah jam dan saya bisa mendengar desingan peluru melewati saya. Persis seperti dalam film.

“Hanya 15 menit setelah kami menyeberangi perbatasan masuk ke Angola, kami mendapat tembakan dahsyat. Supir tertembak dan tewas seketika. Kami berhenti di jalan, tak bisa ke mana-mana.”

“Saya sadar, saya sangat beruntung. Saya di bagian belakang bis bersama Emmanuel Adebayor dan salah satu penjaga gawang. Seorang pemain belakang yang duduk di depan saya terkena dua peluru.”

Penjaga gawang Kodjovi Obilale Dodo, salah seorang teman akrab saya, tertembak di perutnya dan diterbangkan ke Afrika Selatan untuk menjalani operasi guna menyelamatkan nyawanya.”

“Mengerikan sekali. Semua orang menangis. Saya tidak mengerti mengapa ini dilakukan.”

“Saya kembali ke pangkalan kami di Kabinda bersama rekan-rekan satu tim namun kami semua ingin pulang saja ke Togo. Kami sudah membuat keputusan. Kami tidak main dalam keadaan seperti ini, kami ingin pulang.”

“Kami tidak mau bertanding di turnamen ini karena asisten pelatih kami dan petugas pers terbunuh. Sabagai satu tim, kami sudah memutuskan ini.”

Kapten tim Togo dan juga striker Manchester City, Adebayor, yang berada di bis itu tetapi tidak cedera diberitahu oleh klubnya bahwa dia akan diberi waktu sepenuhnya untuk pulih dari serangan itu.

Adebayor pulang

Pada hari Jumat, ia mengatakan banyak rekan satu timnya ingin pulang saja.

Pemain belakang, Serge Akakpo, yang bermain untuk klub Vaslu di Rumania, terkena dua peluru dan kehilangan banyak darah dalam serangan di Kabinda –wilayah kayak minyak di Angola. Tujuh pertandingan akan diselenggarakan di Kabinda.

Adebayor mengatakan, para pemain tidak tahu apakah Akakpo selamat waktu itu, tetapi klubnya melaporkan bahwa kondisinya stabil dan dia telah menjalani operasi yang sukses.

Saya kira tidak ada pemain yang bisa tidur setelah ini.

Emmanuel Adebayor

Kiper cadangan Obilale yang bermain di klub GSI Pontivy Prancis, juga luka-luka; sementara pemain-pemain lain memerlukan perawatan rumah sakit dan kemudian tampak memakai balut di kaki, tangan dan wajah mereka.

“Saya kira tidak ada pemain yang bisa tidur setelah ini,” kata Adebayor yang mengaku mereka semua masih terguncang (shock).

“Anda tidak bisa tidur setelah melihat apa yang terjadi — salah seorang teman satu tim yang terkena peluru di depan anda, menangis dan hilangan kesadaran. Sungguh sangat berat.”

Souleymane Habuba, seorang jurubicara untuk Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF), mengatakan turnamen itu akan dilanjutkan meskipun ada serangan ini.

“Kami sangat prihatin kepada para pemain, tetapi kejuaraan akan berlanjut,” kata Habuba yang mempertanyakan mengapa Togo memilih jalan darat ketimbang pesawat terbang.

Badan sepak bola dunia, FIFA, menyatakan keprihatinannya terhadap serangan itu.

“FIFA dan ketuanya, Sepp Blatter, sangat sedih atas insdien yang melanda tim nasional Togo,” kata satu pernyataan.

“FIFA menghubungi Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) dan ketuanya, Issa Hayatou, yang akan diminta menyampaikan laporan lengkap.”