REFORMASI ELIT POLRI DI BEDAH BUKU TESTIMONI SUSNO

Tanggal : 13-03-2010, Kategori : Berita Utama

LAPORAN : MURHAN RAMLY

JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Komjen Susno Duaji dihadapan sejumlah undangan yang datang dari berbagai kalangan dalam memenuhi undangan di  acara yang  bernama “Bedah Buku Bukan Testimoni Susno” Galeri Cape , Jakarta.

Mantan Kabareskim ini dengan gaun serba merah hati muda terlihat ceriah saat akan memasuki ruangan acara yang sudah dinanti oleh undangan. Sedikit saja yang dapat di publikasi Surabayawebs.com, karena kabar yang disampaikan Susno sebenarnya lebih kepada menstabilkan suasana yang selama ini terkait kepada problem yang dihadapi. Namun petinggi dari Polri ini selalu menampakkan senyum saat berbagi informasi tentang Testimoni dalam sebuah buku yang telah disiapkan.

Acara yang diminati oleh kalangan pemuda ini, juga beredar kabar lewat selebaran yang di keluarkan oleh Forum Peduli Masyarakat Bersatu, yang  beralamat Posko Doekoen Coffe Graha Permata Pancoran  Blok A-1. A , Jalan Raya Pasar Minggu Kav. 32 Pancoran Jakarta.

Tuntutan mereka adalah mengharap kepada  jajaran Polri, yang selama ini  belum reformis karena masih dinilai oleh publik melakukan pelanggaran dan tindakan kekerasan.Seperti saat  ” Penggerebekan jaringan Teroris selama ini menjadi tontonan drama kekerasan”. Hal tersebut menurut mereka mencerminkan arogansi aparat Kepolisian, sebagai mana yang  mereka tulis  pada selebaran itu dan disebarkan kepada undangan yang hadir diacara Testimoni Susno.

Tuntutannya adalah  Mengharapkan kepada Jajaran Kepolisian RI.Memperbaiki kinerjanya sebagaimana yang tertulis dibawah ini sbb :

1. Bukti selama 10 thn Polri belum menunjukkan mereformasi diri
2. Elit Polri harus reformis
3. Kembali kepada jati diri Bhayangkara berlandaskan kepada
UUD 45, bukan kepada kekuasaan.
4. Hentikan tindakan repressive karena tidak sejalan dengan UUD 45
dan Ham.
5. Masalah Terorisme bukan hanyan urusan Polri tapi masyarakat
ikut membantu.