FESTIVAL KREASI ANTI KORUPSI 2010 BEM UMY

Tanggal : 15-05-2010, Kategori : Seni & Hiburan, Daerah, Yogyakarta

LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA-SURABAYAWEBS.COM

Kata korupsi sudah begitu akrab di telinga rakyat Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat, tua muda, kaya miskin, majikan pesuruh, guru siswa, pejabat buruh, hingga pemulung sekalipun mengenal kata korupsi. Bukan hanya sebuah kata  namun bentuk nyata tindakan korupsi pun juga seakan telah mendarah daging dalam kehidupan rakyat Indonesia. Korupsi telah merasuki seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebuah kondisi yang memprihatinkan.

Terkait hal tersebut, demi mengkampanyekan gerakan anti korupsi di kalangan remaja, khususnya pelajar dan mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM UMY) menggelar Festival Kreasi Anti Korupsi 2010 bertema “Lawan Korupsi, Wujudkan Generasi Penuh Kreasi” di Monumen Serangan Oemoem Satoe Maret, Yogyakarta, Sabtu (15/03). Dalam kegiatan tersebut, diselenggarakan parade band pelajar, deklarasi gerakan anti korupsi oleh Aliansi BEM Jogjakarta, galangan tanda tangan dukungan terhadap pemberantasan korupsi, konser musik, unjuk kreasi, dan sebagainya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang peringatan Hari Pendidikan Nasional  dan Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh . Diharapkan masyarakat, khususnya para pelajar dan mahasiswa, menjadi tergugah untuk memaknai Hardiknas dan Harkitnas dengan terus melakukan upaya perlawanan terhadap korupsi, bukan hanya sekadar ritual belaka.

Di samping itu, kegiatan itu bertujuan untuk mengkampanyekan budaya anti korupsi kepada kalangan pelajar dan mahasiswa, memberikan pengetahuan dan pemahaman akan bahaya korupsi, menumbuhkan kepekaan dan keinginan untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi, sebagai seruan untuk memberantas segala bentuk korupsi, dan sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi dan hasil kreasi anak bangsa.

BEM UMY ingin lebih menggalakkan kembali kampanye anti korupsi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang kelak akan memimpin bangsa ini. Menurut Muhammad Raihan, Menteri Luar Negeri BEM UMY, kata korupsi bukan hanya sekadar kata tanpa makna, namun menggambarkan tindakan yang tidak manusiawi. “Korupsi merupakan sebuah tindakan yang berbahaya, baik secara manifest maupun laten,” kata Raihan sambil menjelaskan bahaya manifest dari korupsi ini akan semakin menyengsarakan rakyat miskin.

Lebih lanjut dikatakan Raihan, keringanan yang seharusnya menjadi hak mereka, akhirnya tidak dapat mereka peroleh gara-gara korupsi. “Sedangkan secara laten, korupsi lambat laun akan menjadikan bangsa ini hancur, baik dari segi moral maupun materiil, apabila korupsi terus saja dibudayakan,” tandasnya.