RUPS LUAR BIASA TELKOM 2010, BERTEPATAN PERHELATAN PIALA DUNIA DI AFRIKA SELATAN

Tanggal : 19-05-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Daerah


Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT.Telkom Tbk diselenggarakan bertepatan dengan perhelatan Piala Dunia 11 Juni 2010 di Afrika Selatan. Pihak Telkom telah memberitahukan kepada para pemegang saham melalui media cetak maupun lewat website bahwa Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPSLB 2010 akan digelar hari Jum’at 11 Juni 2010 di Aula Pangeran Kuningan Gedung Grha Citra Caraka Jl. Gatot Subroto Kav.52 Jakarta 12710.

Penyelenggaraan RUPST dan RUPSLB Telkom 2010 tersebut berdasarkan ketentuan Pasal 13 ayat (2) Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT.Telekomunikasi Indonesia (PT.Telkom Tbk). Yang berhak hadir dalam acara penting itu adalah para pemegang saham Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 26 Mei 2010 pukul 16.00 WIB.

Disebutkan dalam undangan BUMN ini berdasarkan ketentuan dalam Pasal 13 ayat 5 Anggaran Dasar Perseroan. Pemegang saham yang memiliki sedikitnya 10% dari keseluruhan jumlah saham dengan hak suara yang syah dapat mengusulkan agenda Rapat yang diharapkan dapat diterima Perseroan selambat-lambatnya 20 Mei 2010. Dan, pemanggilan Rapat akan diumumkan 27 Mei 2010.

Agenda RUPSLB Telkom 2010 di Jakarta itu dipastikan penggantian Komut Telkom Tantri Abeng dan anggota Dekom lainnya. Hal ini mengingat sebagian besar anggota Dekom, termasuk Komut Telkom Tantri Abeng, sudah berkali-kali jabatannya diperpanjang.

Sementara penggantian Direksi perusahaan plat merah ini belum pasti. Meskipun masa jabatan sebagian Direksi Telkom khususnya Dirut Telkom sudah habis pada 2010 ini. Hal ini karena CEO Telkom Haji Rinaldi Firmansyah pada 2007 lalu meneruskan jabatan Dirut Telkom Haji Arwin Rasyid.

Sebelumnya Haji Rinaldi Firmansyah menduduki jabatan Direktur Keuangan Telkom. Dirkug Telkom sekarang dipegang oleh Sudiro Asno yang dikenal sangat supel, luwes dan selalu menjalin tali silaturahmi dengan seluruh karyawan Telkom. “Bapak Sudiro Asno ternyata adalah seorang PR yang baik,” ujar Staf Senior PMC Telkom, Sri Redjeki mengomentari salah satu pimpinannya ini.

Catatan penting Surabayawebs.com pada 2007 kapitalisasi pasar Telkom (TLKM) sudah mencapai Rp.210 triliun. Ketika itu CEO Telkom Haji Arwin Rasyid mematok target bahwa tahun 2010, kapitalisasi pasar Telkom harus sudah mencapai Rp.300 triliun lebih. Sebagai mantan Durkug Telkom ketika itu Haji Rinaldi Firmansyah pasti sangat tahu dengan target ini. “Tapi ternyata kapitalisasi pasar TLKM tahun 2010 ini hanya Rp.177,7 triliun. Artinya, target yang dicanangkan tidak tercapai. Ini salah satu kegagalan Rinaldi,” ujar salah seorang karyawan Telkom yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu Ketua Pokja Wartawan Telkom, JPH Sitompul, menanggapi kemungkinan pada RUPSLB Telkom 2010 nanti akan terjadi penggantian Dekom dan Direksi Telkom, berharap, baik Dekom maupun Direksi Telkom yang baru tersebut tidak lagi melakukan upaya untuk mengkerdilkan Pokja Wartawan Telkom baik di Kantor Pusat di Bandung maupun di Jakarta.

“Selama ini kami dikerdilkan. Apalagi pejabat Asisten VP Eksternal PMC Dodi Gozali, tidak melakukan fungsinya dengan baik. Kami wartawan sulit melakukan konfirmasi kepada beliau. Bung Dodi selalu menghindari kami. Karena itu kami melakukan konfirmasi berita langsung kepada VP.PMC Telkom Haji Eddy Kurnia. Padahal tugas ini adalah tugasnya saudara Dodi Gozali. Artinya, apagunanya Bung Dodi Gozali dengan jabatan AVP.Eksternal PMC Telkom saat ini,” ujar JPH.Sitompul dan dibenarkan oleh anggota Pokja Wartawan Telkom lainnya.

Upaya mengkerdilkan Pokja Wartawan Telkom di Japati Bandung itu bukan  saja Bung Dodi Gozali selalu menghindar dan berucap: Pusing-pusing. Sambil ngacir meninggalkan wartawan yang mau konfirmasi. Tapi juga melakukan terror dengan berulang-ulang mengirim calon pecewa ruangan Wartawan di Lantai 1 Kantor Pusat Telkom di Jalan Japati 1 Bandung.

“Padahal ruangan ini ketika itu langsung diberikan oleh almarhum Pak Cacuk Sudarijanto. Artinya, ruangan wartawan ini mempunyai nilai sejarah yang luar biasa ketika almarhum bersama almarhum  Menparpotel Soesilo Soedarman bekerja keras bersama wartawan  meningkatkan citra Telkom yang terpuruk,” ungkap Ketua Pokja Wartawan Telkom ini.

Jika Sekar Telkom menginginkan Dekom dan Direksi Telkom yang tidak membingungkan dan membikin stress karyawan.  Maka Kelompok Kerja Wartawan Telkom, sangat berharap, BoC dan BoD Telkom, dapat merangkul mereka kembali dan tetap menjalin tali silaturahmi seperti eranya Pak Cacuk Sudarijanto. “Tidak seperti sekarang, hampir semua kemudahan dan fasilitas dihapuskan. Selain telah mengkerdilkan kami juga sudah tidak bersahabat lagi dengan kami,” kata wartawan SIB Medan ini.