PERSOALAN DAN TANTANGAN MUHAMMADIYAH

Tanggal : 5-06-2010, Kategori : Politik & Keamanan, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM  

Saat ini Muhammadiyah menghadapi beberapa persoalan dan tantangan internal maupun eksternal. Untuk internal, yang dihadapi Muhammadiyah adalah melemahnya praktik pengamalan Islam pada aspek ritual – seperti tradisi sholat berjamaah, tadarus dan silaturahmi – dalam tingkatan pimpinan dan anggota. Di samping itu, tidak adanya potret dan role model keluarga sakinah di kalangan Muhammadiyah serta tidak berfungsinya keluarga dalam mentradisikan kehidupan berdemokrasi, kesahajaan, kepemimpinan dan keteladanan.

Hal itu dikatakan mantan Ketua IPM dan Badan Pendidikan Kader (BPK) PP Muhammadiyah di sela-sela kajian dan bedah buku “Meremajakan Pimpinan Muhammadiyah” di Gedung PP Muhammadiyah Jalan KHA Dahlan 103 Yogyakarta, Sabtu (5/6), yang dihadiri DR Gunawan Budiyanto (UMY) dan HM Muchlas Abror (PP Muhammadiyah).

Menurut Busyro Muqoddas, tantangan eksternal yang dihadapi Muhammadiyah adalah etika politik yang menonjolkan transaksional pragmatis mengacaukan sistem ketatanegaraan dan sistem presidensial.

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi Yudisial juga menyampaikan format kepemimpinan Muhammadiyah abad ke-2, yaitu teorisasi role model kepemimpinan yang memadukan unsur amanah, sidiq, fathonah, tabligh dan pemberani dalam Muhammadiyah. “Perlu dipikirkan suatu lembaga pelatihan dan promosi kepemimpinan Muhammadiyah dalam bidang-bidang umum dan spesialisasi,” tandasnya.

Dikatakan Busyro Muqoddas, untuk saat ini terbatasnya peran Ranting dan Cabang dalam proses pembentukan dan penguatan ikatan sosial keagamaan pada anggota Muhammadiyah dan masyarakat umum. “Dan digantikan oleh ormas lain dengan aksi program pragmatisnya. Kondisi ini akan menempatkan disfungsinya peran Muhammadiyah sebagai gerakan dan tidak dirasakan faedah kehadirannya oleh masyarakat sekitar,” kata Busyro Muqoddas sambil menambahkan peran PDM dan PWM dengan majelis dan ortom bersifat terbatas dalam mendorong peran perubahan amal usaha Muhammadiyah.