PEMERINTAH MENYETUJUI FLEXI DAN ESIA MERGER.

Tanggal : 8-06-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Ekonomi & Bisnis, Sorot



Laporan : H.Erry Budianto

Jakarta-Surabayawebs.com

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan sinyal positif langkah merger Flexi, produk code division multiple access (CDMA) PT.Telkom Tbk dengan produk Esia produk CDMA PT.Bakrie Telecom (BTEL). Proses merger ke dua produk CDMA tersebut diharapkan rampung Juli 2010.

Menurut Menteri BUMN Mustafa Abubakar sudah diterima surat dari Telkom soal usulan sinergi Flexi dengan Esia. Besar kemungkinan, katanya, akan terjadi merger. Saat ini masih negosiasi. “Saya berharap hasil merger tersebut Telkom tetap sebagai pemegang saham mayoritas. Misalnya Telkom 60 % dan Esia 40 %,´ujarnya kemudian.

Dikemukakan dia, pemerintah menilai positif rencana Telkom bersinergi dengan Bakrie Telecom. Sepanjang win-win solution, hal itu positif. Misalnya Esia punya 10 juta pelanggan dan Telkom Flexi 15 juta lebih pelanggan. “Maka porsi sahamnya juga proporsional seperti itu,” katanya.

Dikemukakannya, langkah merger itu tidak perlu diagendakan pada RUPSLB Telkom 2010 pada 11 Juni mendatang. Karena merger tersebut hanya aksi korporasi yang dapat diputuskan oleh manajemen perseroan. “Yang jelas, jika ke dua perusahaan CDMA bersinergi, maka akan semakin kuat Telkom bersaing di bidang industry telekomunikasi di dalam negeri,” jelasnya.

Sementara itu Dirut Telkom Haji R.Firmansyah, mengungkapkan proses konsolidasi atas sinergi Telkom dan Bakrie Telecom diharapkan rampung akhir 2010 atau paling lambat 2011. “Telkom akan ambil semua saham Bakrie Telecom. Tidak hanya Esia. Karena bisnis ke depan akan kuat di broadband,” tegasnya.

Dikemukakan pionir bisnis TIME ini diperlukan waktu empat bulan untuk memisahkan Flexi menjadi perusahaan sendiri yang terpisah dari Telkom. Kalau Flexi sudah pisah dari Telkom, maka langkah konsolidasi selanjutnya bisa segera dieksekusi. “Pembicaraan di internal membutuhkan waktu dua bulan dan di Kementrian Hukum dan HAM diperlukan waktu dua bulan,” ungkapnya.

Dikatakan dia, dana untuk keperluan perusahaan merger Telkom-Bakrie Telecom itu sudah disiapkan manajemen. Aksi merger yang ditunggu-tunggu pasar ini menurut Dirut Telkom ini merupakanbagian dari transformasi bisnis Telkom menjadi perusahaan yang unggul dan satu-satunya di tanah air yang berbasiskan TIME (Telecomunication, Informasi, Media and Edutainment).

 Kekuatan bisnis Telkom yang mengusung bisnis TIME ini antara lain akan memiliki jaringan tv kabel YesTV dengan sekitar 8,3 juta pelanggan telepon fixedline. Selain itu melalui anak perusahaan Finet, maka transaksi perbangan tidak perlu lagi memanfaatkan lembaga keuangan bank yang ada saat ini. Karena transaksi dapat dilakukan melalui jaringan layanan keuangan yang dikelola anak perusahaan tersebut.

Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin saham Telkom terkoreksi melemah 150 poin ke level Rp.7.750. Transaksi saham Telkom total mencapai 15,6 juta saham senilai Rp.120,64 miliar.

Oleh karena itu agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Telkom 2010 yang akan digelar 11 Juni mendatang di Jakarta, diharapkan seluruh karyawan Telkom yang tergabung dalam Serikat Karyawan (Sekar) Telkom, mampu meningkat nilai saham Telkom pada 2014 nanti paling tidak sebesar Rp.16.000 per lembar saham dan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp.450 triliun.

Bahkan Ketua Umum DPP Sekar Telkom Wisnu Adhi, berharap CEO Telkom mendatang, tidak membuat karyawan Telkom stress. “Kami membutuhkan komandan yang bisa berhubungan harmonis dengan 25.000 karyawan Telkom dan pensiunan Telkom yang tergabung dalam P2Tel,” tandasnya.