Imbangi Peningkatan Layanan Data & Internet TELKOM Percepat Pembangunan Serat Optik

Tanggal : 22-07-2010, Kategori : Berita Utama, Politik & Keamanan, Ekonomi & Bisnis



Laporan : H.Erry Budianto

   

Jakarta-Surabayawebs.com

Penggelaran infrastruktur serat optik yang kini tengah dikerjakan oleh operator telekomunikasi kelas dunia PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) di berbagai wilayah di Indonesia khususnya di Kawasan Timur Indonesia merupakan wujud komitmen perusahaan terkemuka ini untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas layanan data, internet dan teknologi informasi yang saat ini permintaan layanan tersebut menunjukan peningkatan yang cukup berarti.

Vice President Public and Marketing Communication (PMC) Telkom, Haji Eddy Kurnia menegaskan, Telkom berkomitmen meningkatkan layanan data, internet dan teknologi informasi mengingat kebutuhan terhadap layanan tersebut semakin hari semakin meningkat. “Layanan data, internet dan teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan, tidak hanya untuk kepentingan bisnis, tetapi juga hiburan dan keluarga, karenanya kami berkomitmen menyediakan akses yang handal,” ujarnya kemudian.

Bercermin dari Laporan Kinierja Telkom Triwulan I/2010 di mana terjadi peningkatan permintaan layanan data, internet dan teknologi informasi yang cukup mencolok. “Tren peningkatanan layanan data, internet dan teknologi informasi memang secara konsisten meningkat,” tegas Eddy kurnia. Seperti terlihat pada laporan kinerja Telkom kuartal pertama 2010, pertumbuhan yang terjadi pada pendapatan Data, internet dan teknologi informatika mencapai 24,7% menjadi Rp 5 triliun.

“Pertumbuhan pada pendapatan data, internet dan teknologi informatika ini mencerminkan strategi perusahaan dalam menumbuhkan bisnis New Wave semakin menunjukkan hasil yang terus meningkat,” kata dia. Diakuinya, revenue dari fixed line memperlihatkan penurunan karena gaya hidup masyarakat yang semakin mobile.

Dengan pencapaian ini, maka kontribusi pendapatan Data, internet dan teknologi informatika terhadap total pendapatan operasi mencapai 30,1%, meningkat dari periode yang sama tahun 2009 yang mencapai 25,7% saja.

Pertumbuhan pada pendapatan data, internet dan teknologi informatika, terutama berasal dari pendapatan internet dan data komunikasi dengan pertumbuhan sebesar 45,9% yang disebabkan oleh peningkatan yang signifikan atas jumlah pelanggan dan user layanan pita lebar fixed maupun mobile, yaitu Speedy dan Flash, masing-masing sebesar 79% dan 60,7%.

Peningkatan yang sama terlihat pada latanan data untuk segmen konsumer, sampai dengan April 2010, jumlah pelanggan Speedy tercatat sudah mencapai hampir 1,3 juta SSL (Satuan Sambungan Layanan), atau meningkat lebih dari 69,7% dibanding jumlah pelanggan yang sama pada 2009 yang baru berjumlah 683 ribu SSL. Berdasarkan tren performansi tahun 2008 dan 2009, manajemen optimis target 2 juta SSL yang ditetapkan perusahaan bisa tercapai pada akhir 2010.

Sementara hingga Triwulan I/2010 pelanggan wireless broadband Telkomsel Flash mencapai 2,2 juta pelanggan. Ini berarti tumbuh sekitar 606% dibanding Triwulan I/2009 yang baru 302 ribu pelanggan. Akhir tahun 2010 diperkirakan pelanggan Flash akan mencapai 5 juta pelanggan.

Infrastruktur TELKOM merata di seluruh Indonesia
Beberapa hal memicu peningkatan penggunaan layanan data, internet dan teknologi informatika, antara lain, pertama tarif layanan Speedy saat ini sudah sangat kompetitif yang diikuti dengan penawaran paket-paket yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan mulai dari pelanggan pribadi, keluarga dan bahkan korporat.

 “Saat ini tarif Speedy sudah sangat murah. Bulan Juli ini misalnya, kembali kami tawarkan paket baru dalam program ”Speedy New Experience” yang memberikan beragam pilihan paket Speedy,” jelas Eddy Kurnia.

Kedua, infrastruktur Speedy kini sudah merambah tidak hanya di kota-kota besar tetapi juga hingga ke kota-kota kecil. Saat ini Speedy sudah melayani lebih dari 378 kota di seluruh Indonesia. Operator ini terus mengembangkan Speedy dan tidak hanya di daerah-daerah perkotaan saja melainkan juga di ke kota ataupun wilayah terpencil.

“Inilah komitmen Telkom, kami membangun dan memberikan layanan tidak terfokus di kota-kota besar yang pasti secara bisnis akan sangat menguntungkan, tetapi perusahaan berkomitmen agar seluruh wilayah Indonesia bisa menikmati berbagai layanan, khususnya data, internet dan teknologi informasi,” jelas VP.PMC Telkom ini.

Untuk meningkatkan performansi layanan data dan internet, Telkom saat ini telah bergabung dengan konsorsium AAG (Asia America Gateway) untuk membangun serat optik antara Asia ke Amerika Serikat. Diharpakan melalui pembangunan ini komunikasi data antara Indonesia dengan Benua Amerika bisa lebih baik lagi.

Selain itu, pada 18 Januari 2010 lalu, operator telekomunikasi kelas dunia ini telah menandatangani perjanjian kerjasama untuk bergabung dalam konsorsum pembangunan Pembangunan Kabel Laut South-East Asia Japan Cable System (SJC) di Honolulu USA pada tanggal 18 Januari 2010 yang lalu.

Kapasitas bandwidth yang dimiliki SJC cukup besar, bahkan diklaim sebagai yang terbesar dari kabel laut yang ada saat ini. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) SJC akan menghubungkan Singapura, Hong Kong, Jepang dan negara Asia lainnya.

Sistem Kabel laut yang akan dibangun menggunakan teknologi SKKL terbaru The Newest Submarine Cable Technology dengan kemampuan menyalurkan 64 WL (wave length) pada setiap fiber pair dan 40 Gbps per WL sehingga kabel laut SJC akan memiliki design capacity 17 Terabyte per second (Tbps) yang dapat di-upgrade sampai dengan 23 Tbps.

Sementara di dalam negeri Telkom telah merampungkan penggelaran infrastruktur serat optik di berbagai kawasan baik di Indonesia bagian barat maupun timur. Penggelaran serat optik yang baru diselesaikan adalah pembangunan backbone Mataram-Kupang Cable System yang meningkatkan kapasitas layanan data di Kawasan Timur Indonesia.

Penggelaran Backbone serat optik Mataram-Kupang sepanjang 1.041 kilometer dilakukan melalui laut dengan kapasitas sampai dengan 300 Gps. Project ini dilengkapi dengan 6 landing point di kota Mataram, Sumbawa Besar, Raba, Waingapu, dan Kupang.

Saat ini Telkom tengah menyelesaikan pembangunan proyek Jaka2LaDeMa (Jawa-Kalimantan-Sulawesi-Denpasar-Makasar), yang menghubungkan kota/pulau-pulau di Kawasan Timur Indonesia.

Pembangungan Proyek Jaka2ladema tentunya akan semakin memacu pengembangan berbagai layanan TIME (Telecommunication, Information, Multimedia dan Edutainment) untuk menunjang perekonomian Kawasan Indonesia Timur serta diharapkan akan semakin mengurangi kesenjangan digital. Backbone ini nantinya juga diharapkan akan meningkatkan jumlah titik akses ke jaringan pita lebar sehingga dapat mendukung peluang persaingan dan prospek bisnis di wilayah-wilayah Indonesia.

Secara umum permintaan layanan data di Indonesia masih akan terus tumbuh. Saat ini pengguna internet di Indonesia baru sekitar 30 juta, sementara pengguna telepon seluler sudah mendekati angka 180 juta. Artinya masih terbuka lebar khususnya untuk layanan wireless broadband. Saat ini memang layanan data sudah menjadi kebutuhan, seperti halnya layanan suara.

Ke depan BUMN ini akan berusaha menghadirkan layanan data ini di setiap rumah tangga di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan portofolio bisnis Telkom yang tidak hanya fokus kepada infoCom tetapi lebih jauh menjadi TIME (Telecommunication, Information, Media dan Edutainment). “Seluruh karyawan Telkom di seluruh Indonesia ke depan bertekad menuntaskan layanan bisnis TIME,” ungkap VP.PMC Telkom ini.