EDDY KURNIA : TELKOM TIDAK PUNYA SISA KEWAJIBAN APAPUN KEPADA PENSIUNAN.

Tanggal : 26-07-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis


Laporan : H.Erry Budianto

Bandung-Surabayawebs.com

VP. Public and Marketing Communication (PMC) PT.Telkom Tbk Haji Eddy Kurnia, menegaskan, Telkom sampai saat ini tidak punya sisa kewajiban apapun kepada para karyawan yang pensiunan. Menyangkut Bantuan Peningkatan Kesejahteraan (BPK), bukanlah pesangon melainkan apresiasi yang diberikan oleh perusahaan kepada para pensiunan.

“Sehingga eksekusinya mengacu pada pertimbangan-pertimbangan yang bersifat kondisional dan fleksibel dengan pijakan utamanya adalah kondisi perusahaan saat ini dan proyeksinya ke depan,” tandas mantan Dirut PT.AWI ini kepada wartawan di Bandung kemarin.

Penjelasan ini menjawab pemberitaan seputar belum dibayarkannya pesangon para pensiunan oleh operator telekomunikasi kelas dunia ini dan maraknya demo para pensiunan Telkom akhir-akhir ini yang menuntut Telkom segera membayarkan BPK.

Menurut dia, Tunjangan Hari Tua (THT) yang menjadi hak para pensiunan sudah dibayarkan oleh Dana Pensiunan Telkom sejak para pensiunan memasuki masa pensiunan dengan besaran yang sangat memadai. Juga para pensiunan mendapatkan hak pelayanan kesehatan bagi sudah memiliki masa kerja 20 tahun. “Termasuk fasilitas lainnya yang menjadi hak para pensiunan sudah dibayar oleh perusahaan,” ujarnya kemudian.

Menyangkut pembayaran BPK yang merupakan apresiasi manajemen, jelas Eddy Kurnia, nilainyua ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan Sekar Telkom. Namun kebijakan BPK ini merujuk pada pertimbangan kesinambungan bisnis perusahaan untuk jangka panjang. “Telkom berusaha untuk tidak terjebak hanya memikikan kepentingan jangka pendek tapi merugikan kelangsungan perusahaan di kemudian hari,” tuturnya.

Diakuinya, perusahaan tidak punya niatan untuk mengabaikan BPK. Artinya, jika para pensiunan berkenan menerima tawaran sebesar 1,4 kali, maka kapanpun uang apresiasi tersebut bisa dicairkan para pensiunan.

Dikemukakan dia, Telkom sangat menghargai para pensiunannya. Namun pada saat yang sama, perusahaan juga dituntut untuk selalu bijak dan cermat dalam merumuskan kebijakan berdampak jangka panjang. “Hal ini karena lingkungan bisnis sector telekomunikasi sudah berubah dan terus bergerak sangat cepat dan dinamis,” papar VP.PMC Telkom ini.

Dikatakannya, struktur industry telekomunikasi yang sangat kompetitif, bagaimanapun harus disikapi dengan cara-cara atau pendekatan yang berbeda saat Telkom masih menjadi perusahaan monopoli. “Bayangkan, kini terdapat 11 operator telekomunikasi. Kompetisi antar operator kini semakin ketat dan tajam. Karena itu Telkom kini meluncurkan bisnis TIME,” ujar Eddy lagi.