Telkom Lakukan Transformasi dari Infocom ke TIME Untuk Kejayaan Bangsa dan Negara.

Tanggal : 4-08-2010, Kategori : Berita Utama, Ekonomi & Bisnis, Bandung


Oleh : H.Erry Budianto (Redaktur Surabayawebs.com)

Direktur Utama PT.Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Haji Rinaldi Firmansayah, bertekad akan menuntas transformasi  bisnis TIME (Telecomunication, Information, Media dan Edutainment). Hal  tersebut dilakukan untuk kejayaan Bangsa dan Negara. Pasalnya, kini tengah terjadi berbagai perubahan mendasar mulai dari perubahan lingkungan bisnis berupa kompetisi dan regulasi. “Juga perubahan teknologi dan lifestyle,” katanya.

Dalam menghadapi tantangan bisnis baru tersebut, operator telekomunikasi kelas dunia ini melakukan transformasi bisnis secara fundamental  dengan memperkenalkan corporate identity baru dalam upaya menyambut era baru Telkom sebagai satu-satunya perusahaan TIME (Telecomunication, Information, Media dan Edutainment) di negeri yang luas dan kaya raya dengan penduduk hampir 240 juta jiwa ini.

Menurut Rinaldi, Telkom melakukan transformasi secara menyeluruh dan mendasar yang menyentuh 4 aspek dasar perusahaan. Yaitu Transformasi bisnis, Transformasi Infrastruktur, Transformasi Sistem & Model Operasi dan Transformasi Human Resources.

Ditegaskannya, transformasi sudah tidak bisa ditunda lagi karena gaya hidup masa depan sudah harus diantisipasi saat ini. Sebab itu Telkom beralih dari Separate Provider menuju Single Provider sehingga ditetapkanlah TIME sebagai portofolio bisnis yang baru. “Dengan fortofolio bisnis yang baru ini bukan saja kapitalisasi pasar akan mencapai USD 300 miliar tapi dalam lima tahun ke depan Insya Allah bisa mencapai USD 500 miliar,” jelas jebolan Fakultas Elektronika ITB 1983 ini.

Dalam mendukung transformasi tersebut operator terkemuka ini menetapkan 10 Strategic Initiative yang mengacu pada strategi defense the legacy and grow the new wave serta strategic objectives, yaitu mencapai 60% industry revenue pada tahun 2014.

Terkait dengan transformasi itu perseroan juga melakukan perubahan mendasar dari sisi brand untuk meningkatkan citra perusahaan di mata seluruh stakeholder serta menetapkan perubahan portofolio bisnis, positioning, value, tagline dan corporate identity.

Dengan corporate identity baru tersebut Telkom menerapkan budaya baru yakni komitmen, sprit, promise, product and service quality serta service culture yang sama sekali betul-betul baru.

Operator telekomunikasi kelas dunia yang sarat dengan berbagai penghargaan internasional dan nasional ini juga mengusung positioning baru berupa Life Confident, 5 value baru yaitu Exprestise, Emprowering, Assured, Progressive & Heart. Juga tagline baru yaitu The World is in Your Hand (sebagai pengganti Committed 2U) serta memiliki corporate identity yang baru (logo).

Melalui citra baru tersebut diharapkan operator terkemuka ini dapat memberikan sebuah pengalaman baru yang berbeda dari sebelumnya kepada  stakeholder. Pengalaman baru itu adalah layanan yang lebih baik dari operaror mana pun yang pernah melakukan kerjasama dan layanan yang akan membangkitkan sebuah pengalaman yang benar-benar baru.

Plasa Telkom sebagai service layanan produk-produk Telkom, nantinya  akan diperoleh oleh masyarakat khususnya pelanggan dan calon pelanggan hampir di setiap mall di kota-kota besar di tanah air. Jadi pusat layanan prima Telkom ini tidak hanya terdapat di kantor-kantor Telkom. Sebagai perusahaan telekomunikasi kelas dunia yang mengusung bisnis TIME langkah-langkah strategis dan inovasi selalu dilakukan perseroan.

Telkom juga telah menetapkan hari  jadinya yaitu tanggal 23 Oktober. Penetapan hari jadi ini mengacu pada pengoperasian layanan jasa telegrap elektromagnetik pertama yang menghubungkan Batavia (Jakarta saat ini) dengan Bultenzorg (Bogor) pada 23 Oktober 1856. Sehingga Telkom akan memperingati harti  jadi untuk pertama kalinya tahun ini sebagai hari jadi Telkom ke 154 Telkom.

Di bawah kepemimpinan Dirut Haji Rinaldi Firmansayah saat ini di tengah-tengah kondisi kompetitif dan regulasi, Telkom berubah dari perusahaan InfoComm menjadi TIME Company. Transfomasi ini menumbuhkan kebanggaan setiap insane Telkom karena di satu sisi menumbuhkan bisnis ne wave, sambil tetap mengoptimalkan/mempertahankan bisnis tradisional berbasis legacy yang masih mengalirkan arus kas positif meningkatkan pendapatan Telkom.