MEDIA MASSA PILAR KELIMA PENDIDIKAN

Tanggal : 2-09-2010, Kategori : Berita Utama, Daerah, Yogyakarta


LAPORAN : AFFAN SAFANI ADHAM

YOGYAKARTA - SURABAYAWEBS.COM

Pendidikan seharusnya dipandang sebagai pengembangan budaya nasional, bahkan pendidikan diyakini merupakan strategi yang paling efektif dalam membangun dan mengembangkan budaya nasional.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Dr Rochmat Wahab, MPd, MA, dalam diskusi media forum di UNY didampingi Teguh Supriyadi (Trans TV) dan Drs Octo Lampito, MPd (KR). Pada kesempatan itu, Rektor UNY menyampaikan “Peran Edukatif Media Massa dalam Mencerdaskan Masyarakat”.

Menurut Rochmat Wahab, proses pendidikan tidak sepenuhnya tergantung pada pendidikan formal atau schooling system. “Melainkan juga ada institusi lain yang dapat memainkan peran besar, yaitu pendidikan non-formal dan informal, terutama melalui media massa,” kata Rochmat Wahab.

Mass media, sebagaimana dikatakan Rektor UNY, merupakan pilar kelima pendidikan setelah keluarga, sekolah, masyarakat dan rumah ibadah. “Bahkan peran media massa yang secara kuantitatif lebih banyak waktu yang mewarnai kehidupan manusia, dibandingkan dengan waktu efektif yang ada di sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Rektor UNY, media massa dapat memainkan peran dalam transfer informasi tentang materi pendidikan. Media massa mampu memberikan informasi yang sangat kaya dan up to date. “Bahkan kualitas informasinya pun sangat baik dan tinggi,” paparnya. “Media massa dapat mentrasformasikan nilai-nilai pendidikan melalui informasi yang didesiminasikan.”

Sebagaimana dikatakan Rochmat Wahab, setiap informasi dalam media massa selalu mengandung nilai-nilai. “Tentu nilai-nilai yang dikandung oleh media massa seharusnya memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, terutama dalam perbaikan martabat manusia,” tandas Rektor UNY sambil menambahkan tidak sebaliknya bahwa informasi yang dikandung justru menjatuhkan martabat manusia misalnya tampilan kekerasan, konflik dan kriminal.

Di sisi lain, menurut Rochmat Wahab, media massa baik cetak maupun elektronik kadang menjadi instrumen utama dalam modernisasi proses pendidikan. Dengan target meningkatkan kualitas akademik yang melonjak, maka cara yang paling strategis dan efisien adalah menggunakan media massa, terutama elektronik.

Media massa, dikatakan Rektor UNY, dapat dipakai untuk mempercepat proses penuntasan wajib belajar. “Terutama bagi peserta didik yang ada di daerah pinggiran,” katanya.

Untuk menjadi nilai tambah media massa, Rektor UNY berharap ada berita, kolom atau tulisan khusus pendidikan, baik itu berkenaan dengan berita atau informasi maupun substansi pendidikan. Mengapa demikian? “Karena yang terjadi justru berita tentang olahraga, politik dan ekonomi atau bisnis yang kadang-kadang menghabiskan lembar atau menit dalam agenda media massa cetak maupun elektronik,” kata Rektor UNY.