LAPORAN : ARIES M. SAUGI
JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
Seorang pria Mexico yang menyebut dirinya penyihir meramalkan Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan kalah dalam pemilu 2012.
Antonio Vazquez memimpin upacara sihir di daerah tenggara Catemac.
Topik terkait
Dia telah meramal selama 25 tahun dengan hasil yang berbeda.
Dia juga meramalkan dua orang pemimpin Amerika Latin akan didiagnosa terkena kanker pada tahun ini.
Presiden Argentina Cristina Kirchner, mantan pemimpin Brazil Luiz Inacio Lula da Silva dan mantan pemimpin Paraguay Fernando Lugo telah didiagnosa mengalami kanker.
Kartu Tarot
Penyihir memprediksikan bahwa Presiden Venezuela Hugo Chavez, yang mengklaim telah puluh dari kanker, akan kambuh kembali.
“Saya melihat lebih banyak masalah dengan Suriah dibandingkan Irak dan Korea. Suriah melawan dunia Islam dan Eropa serta AS. Mereka dapat diinvasi di sana atau lebih banyak kematian dan kematian dan kematian.”
Antonio Vazquez
Berbicara dalam konferensi pers di Kota Mexico, Vazquez -yang meramalkan dengan memcaba kartu tarot dan astrologi- menempatkan kasus kanker untuk “menguna-guna” pemimpin Amerika Latin.
Ramalannya tentang Obama adalah, “Saya merasa Obama akan kalah. Mereka akan sangat menyerangnya. Republikan memiliki seluruh uang yang ada di AS dan mereka juga memberikan tekanan kepadanya agar melakukan kesalahan”.
Vazquez juga mengatakan Suriah akan diinvasi tanpa menyebutkan pihak yang melakukannya.
“Saya melihat lebih banyak masalah dengan Suriah dibandingkan Irak dan Korea. Suriah melawan dunia Islam dan Eropa serta AS. Mereka dapat diinvasi di sana atau lebih banyak kematian dan kematian dan kematian.”
Meskipun dia mengklaim akurasi ramalannya mencapai 80%, tetapi dalam kenyataannya mendapatkan hasil yang berbeda.
Tahun lalu, dia memperkirakan Eropa akan lemah dan resesi akan kembali pulih, tetapi dia juga memprediksi, dan salah, bahwa seorang pemimpin Amerika Latin akan terbunuh.
Tahun 2008, ramalannya atas kematian penyanyi AS Britney Spears tidak terbukti.
LAPORAN : MULIA ABADI
JAKARTA - SURABAYAWEBS.COM
43 orang, termasuk 19 warga AS akan diadili atas tuduhan terlibat dalam kegiatan kelompok pro-demokrasi yang terlarang di Mesir
Foto: AP
Para staf LSM Amerika ‘National Democratic Institute’ (NDI) menunggu di luar saat pasukan keamanan Mesir melakukan penggerebekan kantor mereka di Kairo (foto: dok).
Hakim-hakim Mesir telah mengajukan 43 orang termasuk 19 warga Amerika untuk diadili di pengadilan atas tuduhan terlibat dalam kegiatan kelompok pro-demokrasi yang terlarang, dan mendapat dana bantuan dari luar negeri.
Salah satu tuduhan yang disebutkan oleh para hakim itu dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Minggu adalah “menjalankan berbagai organisasi tanpa izin.”
Kata jurubicara kehakiman, di antara orang yang akan diadili itu termasuk lima warga Serbia, dua orang Jerman, tiga warga Arab dan sejumlah warga Mesir. Di antara 19 warga Amerika yang akan diadili itu termasuk Sam LaHood, kepala kantor lembaga ‘Republik Internasional’ yang berkantor di Kairo. Sam LaHood adalah putera Menteri Perhubungan Amerika Ray LaHood.
Ke-43 orang itu dilarang meninggalkan Mesir sampai perkaranya selesai, tapi tanggal persidangan belum diumumkan.
Pemerintah Amerika dengan keras mengecam penumpasan kegiatan LSM-LSM, di mana tiga di antaranya berpusat di Washington. Sejumlah warga Amerika yang dituduh terlibat itu telah mendapat perlindungan di Kedutaan Amerika di Kairo.
Kemarin, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton memperingatkan Mesir bahwa kasus hukum ini bisa mengakibatkan dihentikannya 1,3 milyar dolar bantuan militer tahunan Amerika untuk Mesir. Tapi Menteri Luar Negeri Mesir, Mohammed Amir mengatakan hari Minggu bahwa pemerintahnya tidak bisa campur tangan dalam urusan kehakiman.
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
Perusahaan Fotografi Global Eastman Kodak Co., yang pernah menguasai bisnis fotografi dunia selama lebih dari seratus tahun, sejak tahun 1888, pada awal 2012 ini telah mendaftarkan kepailitannya, karena bisnis ini mulai menurun sejak sepuluh tahun yang lalu dengan munculnya kamera digital dari Canon Inc dan mesin cetak berwarna digital dari Hewlett Packard, mengganti sistem kamera berbasis film.
Perusahaan-perusahaan besar dunia berbasiskan teknologi seperti Eastman Kodak akan menghilang satu-persatu akibat perubahan dan kemajuan teknologi baru yang mengganti teknologi lama.
Diprediksikan nasib yang sama akan dialami oleh perusahaan-perusahaan telekomunikasi global maupun dmestik di tanaha air. Satu-persatu akan menghilang dari sorotan sebagai perusahaan yang besar dan berpengaruh karena saat ini sedang terjadi perubahan dari teknologi analog dan switsing TDM (Time Division Multiplexing) ke teknologi digital dan switsing paket (Packet Switch, Internet Protocol). Bisnis telekomunikasi dari voice akan semakin menipis dan diambil market bisnis data yang menjanjikan.
Jika melihat Daftar Kapitalisasi Perusahaan-perusahaan di Pasar Saham Global sekitar 20-tahun yang lalu, maka yang terlihat di urutan teratas adalah perusahaan-perusahaan telekomunikasi global seperti AT&T, British Telecom, KPN Nederland, Deutsche Telecom, France Telecom, NTT, dan beberapa lagi. Namun saat ini nama-nama mereka
sudah menghilang dari urutan 100-terbesar dunia, digantikan oleh nama-nama perusahaan Non-Telekomunikasi seperti Google, Microsoft, Apple, Yahoo, Samsung, Facebook, dan sebagainya. Mengapa bisa terjadi demikian?
Hal ini karena perusahaan-perusahaan telekomunikasi, baik global maupun domestik sudah mencapai puncak kejayaannya, dan bisnis legacy mereka sudah tidak menjanjikan lagi dalam sikulus kehidupannya menuju ke Era Baru, Next Generation Network (NGN), dimana terjadi perubahan struktur industri dan struktur pasar bisnis telematika.
Penghasilan terbesar tidak lagi dimiliki oleh penyelenggara jaringan seperti pada masa lalu, tetapi penghasilan besar itu dinikmati oleh para penyelenggara layanan-layanan nilai tambah yang memanfaatkan jaringan, seperti Google, Yahoo, BlackBerry messaging, transaksi jual-beli online oleh Amazon.com dan sejenisnya, layanan outsourcing manajemen operasional perusahaan, layanan transmisi satu arah maupun interaktif suara, text, data dan multimedia berbasiskan Protokol Internet (seperti VoIP, IM, YM, Streaming Video, IPTV dsb.
Beban tugas penyelenggara jaringan telekomunikasi itu menjadi semakin berat, karena dituntut untuk menyediakan kapasitas jaringan semakin besar, mutu layanan semakin baik, namun hanya dengan imbalan penghasilan yg makin menurun per volume data ditransmisikannya.
Ini membuat para penyelenggara jaringan telekomunikasi tingkat menengah seperti XL Axiata dan Indosat, serta para penyelenggara jaringan kecil untuk menyerahkan pengelolaan operasi dan pemeliharaan jaringan kepada pihak ketiga bukan operator, yaitu para vendor perangkat seperti Huawei, Nokia Siemens Network dan Ericsson.
Operator telekomunikasi itu lebih memilih untuk memfokuskan pada pemasaran layanan jasa-jasa mereka, kerjasama penyediaan konten dan aplikasi-aplikasi baru dan menarik, seperti game online, download musik, game, software, ringtone, kerjasama dengan media advertising untuk iklan di ponsel, dan lain-lain, dengan pola bagi hasil dengan pihak-pihak ketiga mitra mereka.
Operator telekomunikasi itu juga sudah bekerjasama dengan pihak ketiga dalam penyediaan platform komunikasi atau messaging seperti BlackBerry dan VoIP (Skype-Telkomsel), dan nantinya dengan Yahoo, Googlephone, dan lainnya yang tentunya akan muncul dikemudian hari.
Platform lainnya adalah penyediaan server Cloud Computing untuk berbagai layanan jasa aplikasi bisnis korporasi maupun individu, outsourcing proses-proses bisnis dan pengatahuan melalui kerjasama antara pihak ketiga dan operator.
Kita saat ini baru menjalani transisi menunju ke Era All IP NGN, namun sudah melihat arah perubahan penyelenggaraan layan Telematika menuju ke 4 lapisan penyelenggaraan NGN, yaitu:
1. Penyelenggara Fasilitas Jaringan (NFP)
2. Penyelenggara Layanan Jaringan (NSP)
3. Penyelanggara Layanan Aplikasi (ASP)
4. Penyelenggara Layanan Aplikasi Konten (CASP)
Kini perusahaan telekomunikasi yang mendapatkan suntikan dana dari investor luar negeri itu umumnya focus pada penyelenggaraan layanan teratas, yaitu ASP dan CASP, sebab lebih murah biaya CAPEX-nya namun lebih besar pendapatannya atau tinggi Rate of Return-nya.
Inilah yang disebut sebagai mencairnya para penyelenggara telekomunikasi, khususnya penelenggaraan fasilitas dan layanan jaringan, yang tren-nya menuju ke outsourcing investasi dan SDM ke pihak ketiga yang bukan operator, melainkan para vendor perangkat dan mungkin juga para pengusaha UKM yang bertugas mengelola outsourcing tenaga-tenaga kerja yang diperlukan.
Para karyawan itu bukan karyawan perusahaan Telekomunikasi, melainkan karyawan vendor dan UKM. Mereka bukan lagi perusahaan telekomunikasi dengan penghasilan besar dan kapitalisasi saham yang termasuk urutan 100-terbesar dunia lagi.
Apakah ini sebuah pilihan yang terbaik bagi operator kelas menengah kebawah ? Bagaimana dengan operator terbesar, apakah akan mengikuti pola yang sama, ataukah pilihannya berbeda ? Operator telekomunikasi kelas dunia PT.Telkom Tbk karena itu telah jauh-jauh hari meluncurkan bisnis fortofolio TIME (Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutainment). Ini nampaknya dilihat dengan jeli oleh manajemen perusahaan “Merah Putih” itu bahwa bisnis legacy mereka selama ini sudah tidak menjanjikan lagi.
Dari sisi regulasi, terlihat bahwa UU No. 39/1999 yang mengatur pemberian lisensi penyelenggaraan berdasarkan atas 3-jenis penyelenggaraan, yaitu penyelenggara jaringan, penyelengaara jasa dan penyelenggara telekomunikasi khusus yang basisnya adalah struktur industri vertikal, satu jaringan memberika satu jenis jasa karena masih berbasiskan teknologi analag dan switsing TDM, belum berbasiskan teknologi digital dan switsing paket dan IP.
Oleh karena itu regulator dan legislative perlu melakukan perubahan UU No. 36/1999 untuk menyesuaikannya dengan kondisi saat ini yang sedang menuju ke konvergensi jaringan dan layanan yang berbasiskan switsing paket dan protokol Internet (IP). Tahap awalnya dapat dimulai dari regulasi jenis-jenis lisensi yang akan diberikan kepada para penyelenggara yang sudah berubah fungsi dan fokus layanannya.
Pada 2-lapisan penyelenggraan yang terbawah, yaitu NFP dan NSP yang membutuhkan penyediaan dan investasi infrastruktur jaringan yang mahal, maka pemainnya relatif sedikit, sehingga regulasinya perlu lebih ketat.
Sedangkan pada 2-lapisan penyelenggraan yang teratas, yaitu ASP dan CASP, pemainnya dapat sangat banyak, oleh karena itu regulasinya makin ringan atau “light-touch”, dan tingkat kompetisinya sangat ketat, karena tidak perlu investasi infrastruktur, melainkan cukup memanfaatkan infrastruktur pada 2-lapisan penyelenggaraan terbawah.
Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan besar ada di 2-lapisan penyelenggaraan teratas, karena bersifat layanan yang tidak hanya lokal, tetapi pada skala global, menjual berbagai produk2 dan jasa2 antar lokasi2 domestik maupun internasional. Namun karena tingkat kompetisinya sangat ketat, belum tentu bagi penyelenggara yang memfokuskan pada layanan di lapisan teratas ini dapat meraih pendapatan yang besar yang mereka harapkan.
Untuk itu dibutuhkan strategi kemitraan dengan pihak2 ketiga yang tepat, dan unggul dalam kompetisi. Mereka bukan lagi merupakan perusahaan2 telekomunikasi besar seperti dahulu, melainkan sebagai perusahaan yg menjalankan operasinya “over-the-top” diatas jaringan penyelenggara NFP dan NSP. Bisnis mereka tidak lebih adalah sebagai pemasar layanan jasa-jasa…? Jadi tepatlah ramalan akan terjadinya “The Great Telecom Meltdown” tak lama lagi.
Indonesia sungguh beruntung, di saat AS dan negara-negara Eropa mengalami krisis perekomian, Indonesia malah mengalami pertumbuhan ekonomi yang bisa mencapai angka 6,5% tahun 2012.Meskipun hanya sebatas angka. Sejalan dengan itu, maka diramalkan bahwa bisnis ICT juga akan mengalami pertumbuhan pesat.
Trafik Data diperkirakan tumbuh sebesar 40% karena makin banyaknya dipakai perangkat-perangkat ponsel canggih (smartphones), seperti iPhone, BlackBerry, Ponsel canggih berbasis Android yang fiturnya makin canggih namun harganya makin turun, seperti produk ponsel Android dari Samsung serie Galaxy, dan produk-produk ponsel Cina maupun dalam negeri.
Dengan meningkatnya trafik data, maka para penyelenggara jaringan telekomunikasi juga harus bekerjka keras menyiapkan infrastruktur yang memadai, kalua tidak mau ditinggalkan oleh para pelanggan.
Ada tendensi bahwa operator jaringan seluler kecil malah bisa memberikan layanan transmisi data yang lebih baik, karena mereka masih sedikit pelanggannya, sehingga belum terjadi kongesti saluran transmisi data. Silahkan mencoba layana Bakrie AHA, Smartfren, dan Tri misalnya. Namun perlu diakui bahwa jangkauan layanan mereka masih terbatas di kota-kota besar saja. Nampaknya hanya Telkomsel saja yang dapat memuaskan pelangganya karena jaringan BTS anak perusahaan PT.Telkom Tbk ini sudah “mengselularkan Indonesia”.
Masyarakat akan semakin banyak yang menggunakan layanan jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Linked-In, dan layanan-layanan Yahoo Messaging (YM) dan Instant Messaging (IM), BBM, serta chatting online yang makin digemari masyarakat karena biayanya yang hampir gratis. Demikian juga layanan VoIP atau Skype yang gratis bila antar PC, Laptop, Netbook atau iPad atau Galaxy Tab.
Begitu juga layanan Game Online, video streaming dari Youtube dan lainnya, IPTV yang mulai muncul di Indonesia yang dirintis oleh PT TELKOM (Groovia), browsing dan download data maupun video, semua itu merupakan trafik data, bukan trafik suara.Namun harus diakui tariff layanan IPTV Telkom ini masih terbilang mahal untuk golongan menengah ke bawah.
Dengan demikian, diperkirakan trafik suara akan makin menurun pertumbuhannya per tahun, digantikan trafik data yang meningkat tajam. Selain harus menyediakan saluran data yang makin besar kapasitasnya yang memerlukan biaya Investasi yang makin besar (CAPEX), para operator jaringan itu juga harus makin menurunkan tarif layanan data mereka agar dapat berkompetisi dengan baik dan tidak ditinggalkan oleh para pelanggannya.
Ini sebuah situasi yang serba salah, mau tetap kompetitif, maka mereka harus memberikan layanan yang memuaskan dengan biaya yang makin besar, dan sebaliknya penghasilan yang diterimanya makin menurun per satuan data yang ditransmisikannya.
Lalu siapa-siapa sajakah yang menikmati pertumbuhan trafik data di Indonesia tahun 2012 ini? Mereka adalah para pelanggan yang diuntungkan dengan makin besarnya kapasitas transmisi data, dengan tarif yang makin turun.
Ini memang secara nasional adalah suatu kemajuan bagi bangsa dan negara, masyarakat Telematika Indonesia menjadi makin produktif, kreatif, cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas (karena mudahnya mencari informasi dari Google, Yahoo dan Search Engine lainnya).
Kelompok lainnya yang diuntungkan adalah para pengusaha yang jeli melihat kesempatan untuk memanfaatkan situasi bisnis baru, mereka yang kreatif dan inovatif, memberikan layanan-layanan baru yang cepat, efektif dan efisien dengan tersedianya saluran komunikasi data yang cepat dan berbiaya relatif murah. Misalnya bisnis Outsourcing Sistem TIK untuk proses-proses bisnis perusahaan atau manajemen pengetahuan (Knowledge Management), kerja jarak jauh atau Teleworking, penyediaan Cloud Computing untuk berbagai aplikasi bisnis yang menggunakan sistem-sistem TIK, dan lain-lain lagi.
Juga yang akan diuntungkan adalah para penyedia Platform Bisnis atau Komunikasi, seperti BlackBerry, Unified Communications, VoIP atau Skype yang menyediakan layanan multimedia (suara, text, data dan video) berbiaya murah atau terjangkau.
Yang lainnya yang akan diuntungkan adalah para penyedia jasa konten, seperti Game Online, eCommerce, eProcurement, eHealth, eEducation, Web Commerce, Forum Jual Beli melalui Web, dan sebagainya.
Oleh karena itu perusahaan raksasa yang bergerak di bidang teknologi informasi seperti Google, Oricle dan Saudi Telecom Company (STC), sudah siap-siap menanamkan modalnya ke Indonesia. Namun pemerintah harus hati-hati menyambut tamunya itu untuk itu diperlukan konektivitas prosedur yang tidak sulit. Faktor yang membuat perusahaan raksasa teknologi informasi itu mengincar Indonesia untuk investasinya ke depan karena kondisi Eropa dan Amerika Serikat yang kini tengah kolaps.
Pada sisi lain, perusahaan penyelenggara jaringan telekomunikasi yang masih menjalankan bisnisnya secara konvensional akan berperan hanya sebagai penyedia “pipa bodoh” atau “dumb pipe“, kecuali bila mereka mampu memanfaatkan situasi bisnis TIK yang baru ini, Salah satunya adalah melalui kerjasama yang saling menguntungkan dengan para penyedia layanan-layanan “over-the-top” (OTT) tersebut diatas.
Bila perlu dan bila mampu, mereka dapat juga melakukan merger dan akuisisi perusahaan-perusahaan OTT itu demi untuk dapat ikut menikmati kue pertumbuhan bisnis TIK di Indonesia. Yang harus mereka jaga adalah langkah-langkah M&A itu tidah melanggar aturan monopoli bisnis atau atau penguasaan pasar yang melampau kewajaran…atau agar dapat memenangkan argumentasi melawan KPPU. Nah !?
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TiPhone) optimistis 2.675 miliar saham atau 40,08% dari total saham yang ditawarkan perseroan ke bursa saham Indonesia (BSI) akan diminati oleh pasar.
“Kami optimistis saham yang dilempar ke pubilk kala Initial Public Offering (IPO) akan diminati oleh pasar. Walaupun biasanya awal tahun suasana pasar belum bergairah, tetapi bisnis harus terus berjalan. Karena itu kita tetap optimistis nantinya dengan respons pasar,” ujar Dirut PT. TiPhone Mobile Indonesia (TMI) Tbk, Garuda Sugardo di Jakarta.
Garuda mengatakan, perseroan memiliki lini bisnis distribusi dan retail (Telesindo Shop), distribusi voucher XL (Excel Utama Indonesia), service center (Setia Utama Services), serta penyedia konten dan aplikasi melalui PT Setia Utama Media Aplikasi.
“Kami ini perusahaan yang bergerak multi bisnis dengan awalnya di penjualan voucher. Ini berbeda dengan emiten sejenis yang sudah ada di pasar. Kami lepas saham seharga Rp 25- Rp 350 rupiah per saham. Kami harapkan ada dana terserap sekitar Rp 700- Rp 900 miliar. Penjamin emisinya Sinarmas Sekuritas,” jelas “Bapak Selular Indonesia”: ini.
Menurut Garuda, tahun 2012 ini perseroan membidik omset sebesar Rp 8 triliun atau naik dari capaian tahun lalu sekitar Rp 6 triliun.
“Kami membidik omset 2012 sebesar itu dengan laba bersih Rp 230 miliar dimana nantinya yang menjadi kontributor utama adalah PT Telesindo Shop yang selama ini bermain di penjualan voucher dan kartu perdana milik Telkomsel. Telesindo Shop ini berkontribusi sekitar 70 persen bagi total omset TiPhone Mobile,” katanya.
Berdasarkan data public expose, TiPhone Mobile hingga 30 Juni 2011 memiliki omset Rp 2,980 triliun dengan laba bersih Rp 76.450 miliar. Diperkirakan pada akhir 2011 laba bersih mencapai Rp 220.798 miliar.
Garuda menyebutkan, target tersebut realisitis karena sebagai distributor bagi Telkomsel setiap minggunya membeli voucher secara elektrik senilai Rp 105 miliar. “Dengan komisi yang didapatkan 3 persen target itu realistis,” ungkap mantan Direktur Teknologi PT. Telkomsel ini.
Apalagi, ujarnya, trend konsumsi komunikasi yang bergeser di masyarakat dari biasanya banyak menggunakan suara dan SMS bergeser ke data. “Average Revenue Per User (ARPU) layanan tradisional itu sekitar Rp 40 ribu, sedangkan broadband sebesar Rp 150 ribu. Ini tentu masih menjanjikan,” akunya.
Sehubungan dengan diterapkannya pola hard cluster oleh mitra seperti Telkomsel, Garuda menilai, hal itu justru positif karena distributor diberikan tanggungjawab membesarkan pasar yang dikuasainya. “Ini kan masalah adanya komitmen. Kalau tidak capai target wajar ada hukumannya,” katanya pula.
Dikemukakan dia, dari bisnis penjualan ponsel, lumayan menjanjikan di mana market size mencapai 60 sampai 70 juta unit per tahun. Total market share ponsel lokal saat ini sudah mencapai 40%. Tahun 2012 ini potensi tumbuh 20%, baik yang berasal dari pelanggan baru maupun pasar replacement yang diperkirakan mencapai 50% dari total penggunaan ponsel yang beredar setiap tahun.
“Bisnis ponsel ini sekarang sudah lifecycle. Pelanggan dalam waktu 6 bulan berganti ponsel. Sekarang ponsel lokal banyak, banting tarif sehingga marginnya kecil. Kami perkirakan nantinnya hanya yang memiliki komitmen pada kualitas dan berhasil mengikat bundling dengan operator, didukung jaringan penjualan yang luas akan bertahan. Tak lebih dari 4 atau lima merek, dan salah satunya adalah TiPhone,” papar dia..
Dikatakan Garuda, dana hasil Initial Public Offering (IPO) akan digunakan 40 persen untuk melunasi hutang Telesindo Shop ke Bank DBS Indonesia sebesar Rp 360 miliar . Selanjutnya 28 persen untuk perluasan usaha seperti menaikkan jumlah reseller dari 125 ribu unit menjadi 250 ribu unit. Sisanya sebesar 32 persen untuk membiayai modal kerja perusahaan dan anak perusahaan.
“Kami juga akan melakukan ekspansi dalam bisnis mobile content, data, dan multimedia. Selain itu juga akan dilakukan akuisisi terhadap perusahaan distributor untuk memperluas jaringan usaha. Ini karena kami paham sekali bahwa bisnis telekomunikasi sudah mulai melandai tahun ini. Bisnis legacy operator telekomunikasi sudah tidak menjanjikan lagi,” tutur Garuda.
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
“Bapak Seluler Indonesia”. Inilah julukan yang ditujukan kepada Garuda Sugardo mantan Wakil Dirut PT.Telkom Tbk oleh industri telekomunikasi di negeri ini kepada sosok yang penuh semangat dalam usianya tidak muda lagi. Prestasinya membangun Telkomsel melalui “perang gerilya” dari Batam ke Jakarta dan FlexiTelkom adalah fakta kecintaannya kepada perusahaan “Merah Putih” PT.Telkom Tbk gak bisa dipungkiri lagi..
Menurut situs berita Telco.com rekam jejaknya masih berbekas jelas di kedua perusahaan tersebut, dimana banyak karyawan kedua perusahaan masih mengenang kehebatan pria murah senyum ini dan ramah ini.
Setelah meninggalkan jabatan Wakil Direktur Utama Telkom beberapa tahun lalu, nama Garuda Sugardo jarang muncul kembali di kancah dunia seluler. Tokoh yang “membesarkan Telkomsel” ini terakhir nampak asyik menggerakkan roda “Koperasi Pensiunan Karyawan Telkom” yang berkantor di Jalan Supratman Kota Bandung.
Namun jebolan Universitas Indonesia (UI) ini dikabarkan kembali ke dunia selular dan mengambil peran yang berbeda. Garuda kini bermain di jaringan distribusi voucher dan penjualan ponsel.
Garuda Sugardo yang telah menyusun buku otobiografinya ini sangat dikenal sebagai p0ekerja keras menuntaskan jaringan telekomunikasi di tubuh perusahaan PT.Telkom Tbk yang kini menjoal fortofolio,sebagai perusahaan bisnis Telekomunikasi, Informasi, Media, Edutaiment (TIME)_Garuda sekarang banting setir menjadi orang nomor satu di PT TiPhone Mobile Indonesia Tbk (TiPhone) yang berkantor di Jakarta Barat.
Berikut kutipan wawancara dengan wartawan media online telko.com usai public expose perusahaan tersebut beberapa waktu lalu.
Anda optimistis saham TiPhone akan diminati pasar?
Kami optimistis saham yang dilempar ke pubilk kala Initial Public Offering (IPO) akan diminati oleh pasar. Walaupun biasanya awal tahun suasana pasar belum bergairah, tetapi bisnis harus terus berjalan. Karena itu kita tetap optimistis nantinya dengan respons pasar. Kita akan lepas saham seharga Rp 25- Rp 350 rupiah per saham. Kita harapkan ada dana terserap sekitar Rp 700- Rp 900 miliar.
Apa saja lini bisnis TiPhone?
Perseroan memiliki lini bisnis distribusi dan retail (Telesindo Shop), distribusi voucher XL (Excel Utama Indonesia), service center (Setia Utama Services), serta penyedia konten dan aplikasi melalui PT Setia Utama Media Aplikasi.
Kami ini perusahaan yang bergerak multi bisnis dengan awalnya di penjualan voucher. Ini berbeda dengan emiten sejenis yang sudah ada di pasar.
Anak usaha mana yang menjadi andalan?
Kontributor utama adalah PT Telesindo Shop yang selama ini bermain di penjualan voucher dan kartu perdana milik Telkomsel. Telesindo Shop ini berkontribusi sekitar 70 persen bagi total omset TiPhone Mobile. Sebagai distributor bagi Telkomsel setiap minggunya membeli voucher secara elektrik senilai Rp 105 miliar.
Bagaimana melihat pasar 2012 ?
Tren konsumsi komunikasi yang bergeser di masyarakat dari biasanya banyak menggunakan suara dan SMS bergeser ke data. Average Revenue Per User (ARPU) layanan tradisional itu sekitar Rp 40 ribu, sedangkan broadband sebesar Rp 150 ribu. Ini tentu masih menjanjikan.
Bagaimana dengan penjualan ponsel ?
Bisnis penjualan ponsel lumayan menjanjikan dimana market size mencapai 60 sampai 70 juta unit per tahun. Total market share ponsel lokal saat ini sudah mencapai 40%. Pada tahun depan berpotensi tumbuh 20%, baik yang berasal dari pelanggan baru maupun pasar replacement yang diperkirakan mencapai 50% dari total penggunaan ponsel yang beredar setiap tahun.
Anda yakin ponsel TiPhone bisa bertahan ?
Bisnis ponsel ini sekarang sudah lifecycle. Pelanggan dalam waktu 6 bulan berganti ponsel. Sekarang ponsel lokal banyak, banting tarif sehingga marginnya kecil. Kami perkirakan nantinnya hanya yang memiliki komitmen pada kualitas dan berhasil mengikat bundling dengan operator, didukung jaringan penjualan yang luas akan bertahan. Tak lebih dari 4 atau lima merek, dan salah satunya adalah TiPhone.
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menilai upah buruh di Indonesia masih sangat murah ketimbang di luar negeri seperti di Thailand dan China, Sikap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menggugat kenaikan upah buruh sangat tidak manusiawi dan tidak memiliki semangat nasionalisme sama sekali. Rasa kebersamaan sudah hilang. Padahal upah buruh di Indonesia masih terlalu rendah.
Dikemukakan Dita Indah Sari Staf Khusus Menakertrans, memang ada fakta bahwa upah buruh terlalu rendah. Oleh sebab itu kita tidak bisa banyak mengharap orang jadi sejahtera karena upah minimum. Menakertrans Dita Indah Sari, dalam Polemik Sindo Radio bertajuk “Buruh Mengeluh” di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (4/2/2012).
Karena itu Katanya dalam pertemuan di Warung Daun Cikini Jakarta pada acara “Buruh Mengeluh” yang digelar Sindo Radio, Kemenkertrans juga mengundang Apindo dalam forum diskusi. Diskusi setengah hari itu memutuskan pengusaha harus mencabut gugatan atas kenaikan upah minimum buruh di Bekasi dan Tangerang.
“Keputusan rapat Kemenakertrans adalah pengusaha akan cabut gugatan ke PTUN dalam waktu tujuh hari. Itu yang kemudian meredakan situasi,” ujar Dita.
Dita juga meminta pengusaha meningkatkan komunikasi dengan buruh. Agar tidak sampai protes soal upah Pasalnya, upah buruh masih jauh lebih murah daripada di Thailnad dan di China..
“Saya pikir dalam situasi tertentu pola komunikasinya harus lebih kreatif. Ketemunya harus lebih informal, pola komunikasinya harus lebih kepada informal,” harap Dita kemudian.
Pendapat yang sama disampaikan pengamat tenaga kerja Indonesia Manner Tampubolon.Menurut dia meski produktifitas tenaga kerja di Indonesia termasuk rendah, namun secara riil upah buruh di Indonesia juga sangat rendah ketimbang di Thailand dan China. “Ada anggapan upah buruh di Indonesia jauh lebih tinggi ketimbang upah buruh di Thailand dan China, namun sekarang kondisinya sudah terbalik. Di kedua Negara tersebut, sudah jauh lebih tinggi ketimbang upah buruh di negeri ini,” jelas dia pula.
Menurut pengamat perburuhan ini secara makro memang tenaga kerja kita mayoritas hanya lulusan SD. Produktifitas dilihat dari sektor industri memang rendah dibandingkan sektor jasa. Namun menurut data BPS memang upah riil itu sangat rendah dan sulit untuk hidup layak. Apalagi upah riil di sector Industri pada tahun 2011 lalu malah turun. Jangan dilihat makro sementara yang riil ini faktanya jauh lebih rendah ketimbang di Negara-negara tetangga,” katanya mengingatkan.
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
SOLO-SURABAYAWEBS.COM
Berdasarkan survey Bank Dunia, Solo merupakan peringkat k etiga kota paling mudah untuk memulai awal bisnis. Karena dinilai memberikan peluang baru untuk pengembangan investasi di “ Kota Batik” ini.
Diutarakan kantor Bank Indonesia (BI) Solo, mereka tidak kaget dengan pencapaian tersebut. Menurut BI Solo, wajar sekali kalau Solo mendapatkan predikat dari World Bank sebagai kota yang terbilang mudah memulai investasi. Dari pengalaman saya di perbankan, bank-bank di Solo terbantu sekali untuk mendapatkan nasabah dari pelaku usaha kecil menengah (UKM) maupun perusahaan yang bankable.
Doni Kepala BI Solo mengatakan, bank-bank di Solo dulu pernah mengalami kesulitan mendapatkan nasabah dari kalangan perusahaan yang kebanyakan belum memiliki SIUP. BI bersama badan kerjasama pembangunan Jerman untuk Indonesia GIZ, mendorong bank-bank agar bisa merealisasikan pembiayaan bagi UKM.
“Respon dari Pemkot Solo sekarang sangat bagus. Di mana para UKM dan perusahaan-perusahaan kecil yang belum memiliki SIUP, diberikan fasilitas gratis untuk mendapatkan SIUP sebagai salah satu syarat mendapatkan pembiayaan dari bank,” katanya.
Menurut Doni, kemudahan mendapatkan perizinan, akan membuat Kota Solo ke depannya menjadi kota yang diincar para investor. “Kecenderungan ini sudah mulai terlihat, dan saya optimistis investasi di Kota Solo masih akan terus berkembang, salah satunya karena kemudahan perizinan yang diberikan oleh Pemkot Solo,” jelasnya kemudian.
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
SURABAYA-SURABAYAWEBS.COM
Seorang pilot kembali tertangkap tangan memakai narkoba jenis sabu di sebuah hotel di Surabaya Jawa Timur.
Pilot Lion Air berinisial SS (45 th) ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) Sabtu 4/2 dini hari. Juga diamankan 0,04 gram sabu. BNN menyita alat penghisap sabu yakni bong dari tangan pelaku.
Menurut Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN Brigne Benny Mamoto, hasil tes urine yang bersangkutan positif menggunakan sabu.
Pilot maskapai penerbangan nasional ternama itu penangkapannya langsung dipimpin Benny. SS ditangkap tanpa perlawanan di kamar 2019 Hotel Garden Palace Kota Surabaya.
Peristiwa tertangkapnya pilot Lion Air ini adalah yang kedua kali. Seperti diketahui sebelumnya seorang pilot Lion Air juga ditangkap karena narkoba di sebuah hotel di kota Makasar Sulawesi Selatan.
Diungkapkan Benny, jaringan narkoba internasional sebagian besar melakukan transit pengiriman narkoba ke Indonesia di Malaysia. Katanya,sebagian besar memang lewat Malaysia, tapi ada juga yang langsung mengirimnya ke Indonesia tanpa transit ke Malaysia.
Dikemukakan dia, jaringan narkoba internasional tersebut kebanyakan melibatkan warga negara Malaysia. Tapi Benny tidak menyebut pasti jumlah jaringan narkoba internasional yang melibatkan warga negara Malaysia. Hanya diperkirakan jumlahnya cukup banyak.
Membongkar jaringan narkoba melalui Malaysia, Benny menyebutkan pihaknya bekerja sama dengan otoritas Kepolisian Diraja Malaysia. Bentuk kerja sama tersebut adalah dengan tukar-menukar informasi mengenai jaringan narkoba.”Pertukaran info tersebut dengan memberitahu target penangkapan Indonesia yang ada di Malaysia atau sebaliknya,” jelasnya pula.
Sementara itu dalam upaya memberantas penggunaan narkoba di tanaha air, pihak kepolisian berhasil menyita 55 kilogram shabu, 50 ribu butir ekstacy, dan 30 ribu butir happy five dari sejumlah tersangka yang ditangkap di lokasi terpisah di Indonesia.
Dikatakan Kadiv Humas Polri, Irjen Saud Usman Nasution, pihaknya menyita 10 kg shabu, 20 ribu ekstacy dan 10 ribu happy five dan satu unit hp dari tersangka D. Kemudian dari tersangka H menyita 20 kg shabu, 20 ribu butir ekstacy dan 10 ribu happy five dan satu unit HP.
Dari tersangka AN, polisi menyita 10 kg shabu, 10 ribu ekstacy, 10 ribu hapy five dan satu hp. Selain itu dari tersangka AF disita 15 kg shabu, dan satu unit hp nokia.
Sindikat narkoba ini merupakan mafia narkotika internasional. Kata Saud Nasution, khususnya yang berasal dari Iran untuk shabu dan ekstacy dari Belanda, serta pil happy five dari China di bawa ke Indonesia. “Transaksi terbesar memang di lokasi-lokasi hiburan malam,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri ini.
Disebutkan dia, jaringan di dalam negeri sudah ditangkap. Umunya warga Negara Indonesia (WNI). Polisi masih memburu jaringan tersebut yang diduga warga negara Malaysia.
Beberapa hari lalu Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri berhasil menangkap enam anggota jaringan pengedar narkoba internasional di dua lokasi terpisah. “Kami gak ada kompromi bagi siapa saja yang merusak generasi muda negeri ini. Polisi nakal pun kami tindak tegas,” ujar Irjen Pol Saud Usman Nasution.
Diungkapkan dia , empat jaringan narkoba internasional ditangkap di terminal kedatangan Pelabuhan Nusantara 2, Tanjung Periok, pukul 09.30 WIB, Minggu 22/1 lalu.”Mereka dari Malaysia ke Batam kemudian ke Jakarta dengan kapal KM Simaru,” katanya kemudian.
Menurut Saud, dari hasil pemeriksaan terhadap empat pelaku tersebut, polisi kemudian menangkap dua tersangka lainnya, yaitu anggota jaringan tersebut di Teluk Gong. Barang bukti yang berhasil disita berupa 20 kilogram narkoba jenis sabhu dan 110.000 butir ektasi.
Sementara itu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis 2/2 lalu, dua warga negara asing terancam hukuman mati, pria WN Swedia, Orjan Robert Elevsson (37 th) dan wanita WN Thailand, Narawadee Phothijak (23 th). Keduanya didakwa dalam kasus narkoba.
Ke dua WNA ini didakwa dalam kasus kepemilikan barang haram seberat 6596,8 gram, jenis narkotika golongan I tanpa izin. Mereka dijerat Pasal 113 ayat (2) juncto Pasal 132 Undang-undang No 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati dan denda Rp 8 miliar.
Diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Fernando Tulus Siagian, pada 28 Agustus 2011 bersama Ataliat Joses Guambe yang menjadi terdakwa dengan berkas terpisah. Kedua terdakwa Orjan dan Narawadee ditangkap aparat kepolisian di kamar Nomor 336 Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan sekitar pukul 01.30 WIB.
Sesudah dilakukan penggeledahan, ditemukan satu kantong berbungkus lakban hitam yang berisi kristal warna putih dengan berat brutto 3.260 gram. Kantong tersebut tersimpan di dalam koper warna hijau merek Rich Polo.
Dalam berita acara pemeriksaan laboratoris dari UPT Laboratoriun Uji Narkoba BNN menyimpulkan kristal-kristal putih yang disita dari para terdakwa mengandung methamfetamina dan terdaftar sebagai jenis narkotika golongan satu.
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pengadaan barang dan jasa serta rekening Institut Teknologi Bandung (ITB) dalam kurun waktu 2008, 2009, 2010 ditemukan sejumlah permasalahan signifikan dalam pengelolaan anggaran.
Audit BPK tersebut, pengadaan barang dan jasa di perguruan tinggi teknologi terkemuka di kota Bandung ini belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan APBN, kontrak pengadaan barang dan jasa, serta peraturan internal ITB.
BPK menyampaikan hal tersebut dalam surat BPK kepada Rektor ITB dengan nomor 35/S/VIII/12/2011 per tanggal 30 Desember 2011 yang diteken oleh anggota BPK Rizal Djalil.
Isi surat itu antara lain BPK menyampaikan bahwa kegiatan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban pengadaan barang dan jasa di ITB selama tiga tahun tersebut masih menunjukkan sejumlah permasalahan.
Berikut temuan BPK mengenai sejumlah permasalahan patut diperhatikan Rektor ITB, yaitu
1. Penyedia barang TA 2008, 2009, 2010 tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak dan tidak dikenakan sanksi senilai Rp 122.759.797,00,-
2. Addendum pengurangan volume pekerjaan tidak sesuai ketentuan, sehingga tujuan pengadaan barang tidak tercapai dan ITB tidak memperoleh barang yang dibutuhkan senilai Rp 1.445.322.780,00,-
3. Addendum perubahan volume kontrak dan perpanjangan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan pada empat kontrak rekanan senilai Rp 3.959.241.932,93,- dibuat setelah jangka waktu kontrak berakhir dan mendahului surat peringatan/teguran I
4. Pekerjaan pengadaan barang yang berasal dari sumber dana APBN terlambat diselesaikan dan belum dikenakan denda keterlambatan Rp 191.560.560,00,-
5. Pekerjaan pengadaan barang yang berasal dari sumber dana masyarakat (DM) terlambat diselesaikan dan belum dikenakan denda keterlambatan senilai Rp 29.763.515,00,-
Berkaitan dengan permasalahan sebagaimana diuraikan di atas, BPK merekomendasikan kepada rektor ITB agar melakukan perbaikan dan menindaklanjuti rekomendasi yang dimuat dalam laporan hasil pemeriksaan tersebut.
Langkah selanjutnya, BPK menunggu jawaban rektor ITB untuk memberikan jawaban paling lambat 60 hari sejak diterimanya hasil pemeriksaan ini.
Sementara, pihak Humas ITB, Budi mengatakan, pihaknya belum mengetahui temuan BPK tersebut. Dia mengaku belum mendapat informasi langsung dari BPK. Namun, menurutnya, terkait hasil temuan BPK soal keuangan ITB, akan ditangani oleh Satuan Pengendalian Internal (SPI) ITB.
Menurut Budi, SPI yang akan menghandle. SPI yang akan membicarakan masalah ini dengan Rektor. “Agar diketahui juga, selain diaudit pemerintah, kami juga diaudit oleh akuntan publik,” kata Humas ITB Bandung ini.
LAPORAN : H. ERRY BUDIANTO
JAKARTA-SURABAYAWEBS.COM
Di era tahun 80 an masyarakat belajar menabung dengan Tabanas dan Taska di Kantor Pos. Semangat yang melandasi keberadaan layanan Tabungan di Kantor Pos saat itu adalah memberikan akses seluas mungkin kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia.” Khususnya masyarakat lapisan bawah yang tidak terjangkau layanan transaksi keuangan,” kata Abu Sofian, Manager Public Relation (Purel) PT.Pos Indonesia (Persero) kepada wartawan hari ini.
Disebutkan dia, ternyata semangat tersebut merupakan cikal bakal dari issue global keuangan saat ini yaitu “Financial inclusion”. Saat ini masyarakat Indonesia pada umumnya cukup paham bahwa di Kantor Pos selain bisa berkirim surat, mengirim paket, membayar tagihan listrik; PDAM, cicilan mobil-motor dll, dengan jaringan Kantor Pos yang sudah on-line masyarakat juga bisa memperoleh akses layanan Tabungan melalui e’Batarapos.
Menurut Abu Sofian, e’Batarapos merupakan produk co-branding Bank BTN – Pos Indonesia dan juga hasil dari Join Operation kedua belah pihak yang digagas sejak tahun 2005. Ini merupakan buah dari bersatunya keunggulan atau kelebihan dari dua institusi.
Katanya, di satu sisi Pos Indonesia yang merupakan institusi yang bergerak di bidang mail, logistik dan financial services yang mempunyai keunggulan/jaringan dan infrastruktur di seluruh penjuru Indonesia dan Bank BTN dengan keunggulan/kelebihan Branding dan corporate culturenya maka terciptalah produk tabungan yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di seluruh Nusantara.
“Dengan berbagai keunggulan dan kelebihan tersebut, maka kerjasama antara Bank BTN dengan Pos Indonesia diyakini dapat menghasilkan hubungan sinergis yang saling menguntungkan, solid serta dapat memberikan nilai tambah bagi kedua belah pihak,” tutur Abu Sofian kemudian.
Dikemukakan dia, hal ini terbukti pada tahun 2011 kinerja produk Tabungan e’Batarapos mencatat rata-rata harian penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) atau outstanding sebesar Rp 1,062 Trilyun, meningkat 35,80 % dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2009) sebesar Rp 518 Miliar dan tahun 2010 Rp 782 Miliar.
Diungkapkan Manager Purel PT.Pos Indonesia (Persero) ini program hadiah “Banjir Emas Sepanjang Tahun di kantor Pos “ Tabungan BTN e-Batarapos ditujukan utamanya sebagai apresiasi bagi nasabah e-Batarapos yang selama ini telah menunjukkan loyalitasnya dalam memelihara saldo tabungan e-Batarapos sepanjang tahun 2011 dengan total hadiah emas seberat 8,25 Kg.
“Pos Indonesia mengucapkan selamat kepada nasabah e-batarapos yang pada kesempatan ini mendapatkan hadiah “Banjir Emas sepanjang Tahun di kantor Pos” Tabungan BTN e’Batarapos, baik yang memperoleh hadiah reguler bulanan berupa keping emas @ 10 gram maupun yang akan memperoleh Grand Prize berupa hadiah keping emas seberat 2 Kg pada acara Penarikan Undian tanggal 31 Januari 2011 oleh Direktur Utama Bank BTN di Jakart,” ujar Abu.
Dikatakan dia, semoga penghargaan dari Bank Tabungan Nasional (BTN) tersebut kepada masyarakat yang rajin menabung di Kantor Pos, lebih memotivasi nasabah e’Batarapos untuk terus meningkatkan saldo tabungannya.
Ke depan, jelas dia, diharapkan dua institusi ini, Pos Indonesia dan Bank BTN, lebih mengembangkan sinergi, tidak terbatas pada layanan tabungan saja tetapi layanan perbankan lainnya untuk kemaslahatan masyarakat dan meningkatkan value perusahaan.